
SOLOK , Jamkesnews – BPJS Kesehatan terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada peserta. Sebagai wujud komitmen itu, program LANURI BPJS Kesehatan digelar serentak pada 13 Juli 2026. Kegiatan Layanan Ujung Negeri (LANURI) ini berlangsung di 558 titik kabupaten/kota se-Indonesia dan melibatkan 126 Kantor Cabang.
Di Kota Solok, kegiatan diadakan di Rumah Sakit Tk. IV 01.07.06 Solok. Layanan ini ditujukan untuk memudahkan peserta JKN yang sedang mengakses layanan di rumah sakit. Selain itu, tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit juga bisa mengurus kebutuhan administrasi kepesertaan di lokasi.
LANURI BPJS Kesehatan Dekatkan Administrasi
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solok, Neri Eka Putri, menjelaskan konsep layanan ini. Menurutnya, LANURI merupakan inovasi untuk mendekatkan pelayanan administrasi kepada peserta.
“Melalui LANURI, peserta tidak perlu lagi datang ke kantor cabang untuk mengurus berbagai keperluan administrasi kepesertaan. Kami hadir langsung ke lokasi agar masyarakat tetap dapat memperoleh layanan dengan mudah tanpa terkendala jarak maupun keterbatasan waktu,” ujar Neri.
Lebih lanjutnya, Neri menjelaskan payung programnya. Pelaksanaan LANURI merupakan bagian dari Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan. Hingga saat ini, realisasinya sudah mencapai 91,53 persen.
Dua Kanal: BPJS Keliling dan VIOLA
Menurut Neri, LANURI dijalankan melalui dua kanal utama. Dari total 558 titik di seluruh Indonesia, sebanyak 179 titik menghadirkan layanan BPJS Keliling. Layanan ini bersifat jemput bola, memberikan pelayanan administrasi dan informasi JKN secara langsung.
Sementara itu, 379 titik lainnya memanfaatkan VIOLA (Virtual Office Layanan Administrasi) . VIOLA merupakan kanal berbasis video konferensi. Lewat kanal ini, peserta bisa berkonsultasi langsung dengan petugas BPJS Kesehatan tanpa datang ke kantor cabang.
Neri berharap inovasi ini memperluas akses masyarakat terhadap layanan JKN. Harapannya, peserta di daerah terpencil pun tetap terlayani meski terkendala kondisi geografis.
“Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh layanan JKN hanya karena kendala jarak maupun kondisi geografis. Melalui LANURI, kami berupaya memastikan layanan semakin dekat dan semakin mudah dijangkau oleh seluruh peserta,” tegas Neri.
Beragam Urusan Bisa Dituntaskan
Selama kegiatan berlangsung, peserta memanfaatkan LANURI untuk berbagai keperluan. Beberapa di antaranya soal prosedur pemindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Ada pula pertanyaan soal ketentuan layanan bagi peserta yang sedang bertugas atau berada di luar daerah domisili.
Terkait hal itu, petugas BPJS Kesehatan memberi penjelasan. Peserta tetap bisa mengakses layanan di klinik atau puskesmas terdekat yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ketentuannya, maksimal tiga kali kunjungan dalam satu bulan di FKTP yang sama.
Peserta Rasakan Manfaatnya Lanuri BPJS Kesehatan
Manfaat LANURI pun langsung dirasakan warga. Salah satunya Jusmadi (45), yang mengaku terbantu dengan kehadiran layanan ini. Menurutnya, ia bisa memperoleh informasi dan berkonsultasi soal Program JKN tanpa harus ke kantor BPJS Kesehatan.
“Saya sangat bersyukur dengan hadirnya LANURI. Sekarang kami bisa berkonsultasi langsung dengan petugas BPJS Kesehatan tanpa harus datang ke kantor cabang. Layanan ini sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh atau memiliki batasan akses,” ungkap Jusmadi.